Kau kata..
Dulu Kau berujar: “Aku Manusia, Manusia yang hal-hal tentang hidupmu tidak bisa ditentuin oranglain, Bahkan merekamereka yang mempunyai titel Pemimpin”. Ya, Kau menyamaratakan para Pemimpin itu, Kau kata: “Mereka pasti tidak ikut kuliah pagi tentang Hati Nurani, Nyatanya mereka sering tertidur saat Rapi, Lengkap memakai Jas dan Dasi”.
Tapi, Kini pasti Kau mulai menyadari bahwa Manusia sama saja, Tidak jauh beda sama Sapi: “Hidungnya kerap dipasung untuk terus mengikuti isyarat yang dikirim Bumi”.
Sudah sejak lama, Kau seolah kerasukan mimpi dunia yang abadi, Pelangi yang warnawarni itupun hanya mampu kau lihat dalam Dua Warna: Hitam dan Putih. Apa Hebatmu wahai Buta Warna?
Lalu apalagi yang ingin Kau pertahankan? Itu, Matamu belum juga terkatup! Mata kecut berlingkar hitam dengan rambut yang semakin tebal. Sudah, Tidurlah, Bentuk lagi pulaupulau impianmu diatas bantal!
Mei 3rd, 2008 at 8:57 am
kalau begitu ijinkan aku untuk tidur kembali,hehehe..
salam kenal dariku langitjiwa
Mei 3rd, 2008 at 11:45 am
Paling tidak aku masih punya mimpi. Ditengah lautan hitam putih yang buta itu, aku kayuh warnaku sendiri ke jalan yang lain, diberondong tatapan menghina dari mereka. Pelangiku abadi, pelangiku tak berujung.
Aku tahu itu mimpi itu omong kosong, dan harapan tinggi melayang itu utopia. Tapi paling tidak aku pernah SEKALI mencoba berani bermimpi.
Salam kenal
Mei 4th, 2008 at 3:14 am
kesetiaan itu memang untuk orang yang tepat, tetapi untuk negara hal ini engga bisa ditawar.
saya melihat penafsiran lain dalam tulisannya mas…hehehe.
Mei 4th, 2008 at 8:02 am
tapi akan sangat hebat kalau kau bisa temukan ada apa di ujung pelangi…
Mei 4th, 2008 at 8:04 am
salam kenal juga Kut, selamat mengapung dalam mimpimu, wahai pemimpi….
Mei 5th, 2008 at 5:48 pm
Dag.. Dig.. Dug..
Akhirnya terbuka juga blog ini
SAlam kenal
Mei 6th, 2008 at 7:13 am
masih ngantuk toh…
Mei 18th, 2008 at 12:05 pm
Aku masih terbingung-bingung sambil meraba…dimana ujung sang pelangi…
Salam kenal