Indonesia.
Hebat sekali Mahasiswa! di indonesia sebuah rezim runtuh, Soeharto dengan terpaksa harus menyudahi kepemimpinan panjangnya. Mahasiswa sebuah status dengan tanggung jawab yang besar, mulai dari membangun moral intelektual sampai menjalankan fungsi kontrol terhadap negara. Mahasiswa seharusnya seperti keinginan ibu pertiwi: harus memberi kontribusi yang besar bagi negara ini, harus menjadi pahlawan baru meneruskan kepahlawan terdahulu, bukan dengan mengangkat senjata tapi dengan solusi dan inovasi.
Indonesia adalah Negara kaya akan Sumber Daya Alam (SDM), konon penjajah bersemangat menempuh perjalanan ribuan mil untuk mengusai rempah-rempah yang tumbuh subur dibumi Indonesia. Negara ini memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak kalah pintar dari SDM Negara maju sekalipun, banyak orang indonesia yang bekerja di Silicon Valley, ada Onno W Purbo dan Anton Raharja yang melahirkan teknologi telekomunikasi murah yang dapat dijadikan solusi bagi masyarakat - teknologi yang bahkan lebih handal dari vendor telekomunikasi yang ada sekarang, banyak dosen-dosen kita diculik untuk mengajar diluar negeri.
Apa kurangnya indonesia? mengapa bangsa ini seperti jalan ditempat bahkan tertinggal dibanding negara-negara maju lainnya? 63 Tahun sudah kita merdeka. Ternyata faktanya di Indonesia jumlah entrepreneur hanya 0,18 persen dari total jumlah penduduk, padahal Negara sekecil singapura jumlah pengusahanya mencapai angka 7,2 persen dan hal tersebut membuat perekonomian disana berkembang pesat. Bayangkan jika Indonesia yang beri karunia kekayaan Sumber Daya Alam dan kemampuan Sumber Daya Manusia yang handal mempunyai banyak entrepreneurship tentu bangsa ini akan cepat melejit ditataran global, dimana pengangguran dan masalah hidup lainnya dapat ditekan.
From Campus to be an Enterpreneur.
Ayo jadi Entrepreneur! Terus digaungkan di kampus-kampus, baik dari mulut ke mulut, diskusi panel, membentuk forum, sampai pada kegiatan berbentuk seminar, workshop, bahkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.
Secara umum ada 2 (dua) pilihan bagi seorang Mahaisiswa menjadi Pekerja atau Pebisnis. Kedua hal tersebut bisa sejalan tetapi bisa juga dipisahkan. Ada yang harus kita persiapkan jika kita memutuskan untuk menjadi seorang karyawan berprestasi, juga ada yang harus kita persiapkan jika kita ingin menjadi seorang wirausaha sukses.
Pada Seminar Entrepreneur Your Self yang digelar oleh TECH Production di Gelanggang Mahasiswa USU pada bulan Maret 2008 terungkap bahwa setiap Mahasiswa harus memiliki kemampuan De Jure (Ijazah, Sertifikat, Penghargaan) dan De Facto (Kreativitas, Pengalaman, Kepemimpinan). Di akhir presentasi kepada Mahasiswa USU yang memenuhi Gelanggang Mahasiswa Romi Satria Wahono (Founder ilmukomputer.com, CEO Brainmatics Cipta Informatika) menjelaskan contoh nyata bagaimana keunggulan defacto bisa membawa kita ke jalur Entrepreneur.
Pertengahan November 2008, di sebuah forum yang di penuhi Mahasiswa Universitas Indonesia Bob Sadino mengatakan “Siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur, keluarlah dari kampus setelah acara ini dan jangan kembali ke sini lagi”. Provokasi tersebut didukung oleh Wahyu Saidi, Tukang Bakmi yang mempunyai gelar Dr, Ir, dan MSc, ”Kalau mau jadi entrepreneur, mulailah dari sekarang. Jangan berencana mulai setelah lulus kuliah. Apalagi, kalau Anda berusaha lulus dengan indeks prestasi tinggi, besar kemungkinan muncul harapan dan iming-iming untuk jadi pegawai,” ujar Wahyu yang telah membuka 410 outlet makanan di 30 kota dan 4 negara.
Lain dengan 2 (dua) punggawa besar penguasa bisnis computer, Bill Gates dan Steve Jobs. Saat diundang untuk menerima gelar doktoral dan memberi kuliah umum di kampus yang mereka tinggalkan, baik Bill Gates maupun Steve Jobs menyarankan agar sebaiknya Mahasiswa juga harus menyelesaikan kuliahnya. Apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur? apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha muda?
Membangun Perusahaan Mahasiswa.
Wirausaha adalah orientasi yang bisa jadi belum lumrah dikalangan Mahasiswa walau kini sudah banyak perusahaan besar yang kreatif dengan standar professional dibangun oleh Mahasiswa atau dimulai sejak masih berstatus sebagai Mahasiswa.
Jika kita sepakat waktu 24 jam sangat sedikit untuk melaksanakan semua kewajiban dan keinginan kita, kalau kita berpikir kesulitan – masalah – keterbatasan adalah tantangan, bahwa cita-cita dan impian harus diperjuangkan maka sebenarnya jiwa entrepreneur telah memanggil, menunggu kita untuk memutuskan salah satu hal besar di kehidupan kita yang jika berhasil akan memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan sekitar bahkan negara, menjadi entrepreneurship - menciptakan lapangan pekerjaan.
Tidak ada jalan pintas menjadi entrepreneur karena bisnis seorang entrepreneur bukan korupsi, mafia peradilan, atau dagang narkoba. Tentu semua calon entrepreneur akan menjalani proses dan kegiatan try error, terus belajar dan memperbaiki, jangan pernah berhenti karena gagal adalah titik dimana kita tidak mau mencoba lagi, terakhir setelah kita memaksimalkan semua kemampuan – kita sudah memberikan yang terbaik yang kita punya maka langkah terakhir adalah memasrahkan diri kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Ayo Mahasiswa, Indonesia telah lama menunggu.
Berbagi